ANANALYSIS OF THE SOCIAL AND RELIGIOUS ROLES OF TUAN KADI SHELTER FOR THE MUSLIM COMMUNITY IN PEKANBARU CITY.

Authors

  • Afrinaldy Rustam Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ahmad Fauzi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Achmad Ghozai Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Nurjanis Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Nur Hilal Nazri Arif Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • M. Saidi Azuhar Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.69745/ijsspp.v4i2.177

Keywords:

shelter home, social role, religious role, faith-based institution, Pekanbaru

Abstract

This study examines the social and religious roles of Rumah Singgah Tuan Kadi as a faith-based shelter serving the Muslim community in Pekanbaru, Riau Province. Shelter homes (rumah singgah) function as important social institutions that provide assistance for individuals facing social, economic, and spiritual challenges, particularly travelers and marginalized groups. This research employs a qualitative descriptive approach to explore how Islamic values are integrated into the shelter’s social services and religious activities. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with administrators, beneficiaries, and community members, as well as document analysis conducted from November to December 2025. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, supported by source and method triangulation to ensure validity.

The findings reveal that Rumah Singgah Tuan Kadi plays a significant social role by providing temporary accommodation, distributing social aid, and facilitating educational and community-based activities. In terms of religious function, the shelter offers regular religious studies, spiritual guidance, Qur’anic education, and moral development programs, particularly for children and adolescents. The community perceives the shelter positively due to its contribution to social welfare, spiritual growth, and community cohesion. Despite limitations in facilities, human resources, and funding, Rumah Singgah Tuan Kadi remains committed to fulfilling its socio-religious mission and strengthening social solidarity in an urban Islamic context.

References

Berger, P. L. (1967). The Sacred Canopy: Elements of a Sociological Theory of Religion. Anchor Books.

Durkheim, É. (1912). The Elementary Forms of Religious Life.

Kementerian Sosial RI. (2019). Pedoman Pelayanan Rumah Singgah.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook.

Nasikun. (2007). Sistem Sosial Indonesia. RajaGrafindo Persada.

Departemen Agama RI. (2005). Al-Qur’an dan Terjemahannya.

Parsons, T. (1951). The Social System. Free Press.

Sosial Kemasyarakatan, 5(2), 45–58.

Yuliana, R. (2021). “Analisis Lembaga Sosial Islam dalam Pembinaan Masyarakat Miskin”. Jurnal Dakwah Islam, 8(1), 23–40.

Abdurrahman, M. (2016). Sosiologi Agama. Jakarta: Rajawali Pers.

Ahmad, S. (2018). Peran Lembaga Keagamaan dalam Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Alfabeta.

Ali, M. (2017). Rumah Singgah dan Perannya dalam Komunitas Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arifin, Z. (2019). “Keterlibatan Masyarakat dalam Kegiatan Sosial Keagamaan.” Jurnal Sosiologi Islam, 5(2), 45–60.

As’ad, M. (2015). Manajemen Lembaga Sosial Keagamaan. Surabaya: Unesa Press.

Barkah, A. (2020). Pembinaan Remaja Muslim di Lembaga Keagamaan. Jakarta: Kencana.

Basri, H. (2019). “Model Dakwah Sosial di Pusat Pendidikan Islam.” Jurnal Dakwah, 11(1), 22–37.

Budi, R. (2018). Psikologi Agama dan Pembinaan Spiritualitas. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Dahlan, U. (2017). Peran Rumah Singgah dalam Pembinaan Umat. Pekanbaru: Lembaga Studi Islam Riau.

Darmawan, F. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.

Fauzi, A. (2021). “Implementasi Bantuan Sosial di Lingkungan Keagamaan.” Jurnal Kemasyarakatan, 9(3), 115–130.

Fikri, N. (2018). Sosial dan Keagamaan dalam Perspektif Islam. Bogor: Ghalia Indonesia.

Ginting, E. (2015). Organisasi dan Kepemimpinan Lembaga Sosial. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Habib, S. (2020). Interaksi Sosial dalam Lembaga Keagamaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hadi, S. (2017). Manajemen Bantuan Sosial. Surabaya: Airlangga University Press.

Hidayat, R. (2020). Peran Lembaga Keagamaan dalam Pemberdayaan Sosial Komunitas. Jakarta: Pustaka Al Fikri.

Ilyas, M. (2016). Pengantar Sosiologi Agama. Bandung: Alfabeta.

Ismail, T. (2019). “Efektivitas Konseling Keagamaan di Komunitas Islam.” Jurnal Psikologi & Agama, 4(1), 68–81.

Karim, A. (2018). Islam dan Solidaritas Sosial. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Khairuddin, R. (2017). Pengembangan Masyarakat Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Lestari, D. (2021). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Sosial. Depok: Rajawali Pers.

Mahmud, A. (2015). Teologi Sosial Islam. Surabaya: Unair Press.

Mansur, H. (2019). “Partisipasi Umat dalam Kegiatan Lembaga Keagamaan.” Jurnal Ilmu Sosial, 10(4), 200–215.

Mulyana, A. (2019). Pembinaan Spiritual dan Pendidikan Keagamaan di Lembaga Sosial. Bandung: Nuansa Media.

Munandar, U. (2018). Kebijakan Publik dan Kelembagaan Sosial. Jakarta: Erlangga.

Nasir, F. (2017). Komunitas dan Keterlibatan Sosial dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nasution, M. (2018). Lembaga Sosial Keagamaan dan Pemberdayaan Umat. Medan: Pustaka Ilmu Sosial.

Nawawi, H. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif Islam. Malang: UIN Malang Press.

Novita, R. (2022). “Dampak Kegiatan Sosial Keagamaan terhadap Kesejahteraan Masyarakat.” Jurnal Sosiologi Kontemporer, 12(2), 47–63.

Putra, A. (2018). Kegiatan Sosial dan Pembinaan Masyarakat di Lembaga Keagamaan. Bandung: Nuansa Media.

Rahman, F. (2019). Akomodasi Sementara dan Kesejahteraan Jamaah di Rumah Singgah. Pekanbaru: Universitas Islam Riau Press.

Ridwan, A. (2016). Etika Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana.

Rifa’i, M. (2017). Pendekatan Sosiologi dalam Analisis Komunitas Islam. Surabaya: Airlangga University Press.

Rohman, Z. (2021). Islam, Solidaritas, dan Pengembangan Komunitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rusdiana, E. (2018). “Peran Relawan dalam Lembaga Keagamaan.” Jurnal Lembaga Sosial, 3(1), 90–104.

Sari, D. (2020). Manajemen Organisasi Sosial Keagamaan. Jakarta: Salemba Humanika.

Santoso, B. (2015). Psikologi Sosial dalam Komunitas Agama. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Setiawan, Y. (2019). “Pemberdayaan Masyarakat melalui Kegiatan Keagamaan.” Jurnal Pemberdayaan, 7(2), 133–146.

Shihab, Q. (2013). Mengenal Islam Lebih Dekat. Bandung: Mizan.

Siregar, D. (2016). Islam dan Tantangan Sosial Kontemporer. Jakarta: Erlangga.

Susanto, E. (2017). Metode Penelitian Kualitatif Teologi. Jakarta: Kencana.

Sutrisno, J. (2018). Organisasi dan Kepemimpinan dalam Lembaga Keagamaan. Surabaya: Unesa Press.

Syafi’i, A. (2019). Peran Dakwah Sosial dalam Masyarakat Muslim. Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya.

Syarif, M. (2021). “Konseling Islam dalam Perspektif Psikologi.” Jurnal Psikologi Islam, 5(1), 11–25.

Tanjung, R. (2017). Peran Sosial Lembaga Keagamaan di Perkotaan. Jakarta: Rajawali Pers.

Utami, S. (2020). Evaluasi Program Sosial Keagamaan. Malang: Universitas Malang Press.

Wahid, N. (2018). Interaksi Sosial dalam Komunitas Islam di Perkotaan. Bandung: Nuansa Media.

Wibowo, H. (2017). Teori dan Aplikasi Sosiologi Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wijaya, L. (2019). “Dinamika Peran Keagamaan dalam Rumah Singgah.” Jurnal Ilmu Agama dan Sosial, 8(3), 77–92.

Yusra, M. (2022). Pendampingan Sosial dan Spiritualitas dalam Komunitas Islam. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Rustam, A., Fauzi , A., Ghozai, A., Nurjanis, Arif, N. H. N., & Azuhar , M. S. (2026). ANANALYSIS OF THE SOCIAL AND RELIGIOUS ROLES OF TUAN KADI SHELTER FOR THE MUSLIM COMMUNITY IN PEKANBARU CITY. Indonesian Journal of Social Sciences, Policy and Politics, 4(2), 63–69. https://doi.org/10.69745/ijsspp.v4i2.177